Cerita Prasmul
Cerita di Balik Kemenangan Prasmulyan dalam National Round HSBC Business Case Competition

Cerita di Balik Kemenangan Prasmulyan dalam National Round HSBC Business Case Competition

Potret kemenangan yang berhasil diraih Tim Nirvana

Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya kembali mengukir prestasi mengharumkan almamater. Tim Nirvana yang beranggotakan Irfan Hasibuan (Business Economics 2019), Pryanka Mulia (Business Economics 2020), Philea Evangelista (Financial Technology 2021), dan Vanessa Indra (Financial Technology 2021) berhasil meraih 1st Winner pada National Round HSBC Business Case Competition 2023! Gelar kemenangan membanggakan yang dibawa pulang oleh keempat mahasiswa/i ini ternyata tidak hanya sekedar keberuntungan, tapi diraih dengan penuh pertimbangan yang strategis. Penasaran apa rahasia dibalik kesuksesan mereka? Yuk, kita intip cerita versi Pryanka Mulia!

We Met By Accident

Dalam sebuah kompetisi tim, seringkali mendaftar secara bersama-sama. Tapi, proses pembuatan tim yang dialami Pryanka berbeda lho! Pada awalnya, mereka berada di tim yang berbeda-beda, tapi akhirnya bisa bertemu satu sama lain karena dipertemukan oleh KATBANG yaitu Divisi Peningkatan Mutu dan Pengembangan Mahasiswa S1 Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya. “Jadinya digabung ke 1 tim dengan orang baru, sebenarnya dari kita udah lumayan saling kenal, jadi mau akrab pun nggak terlalu susah, tapi mungkin harus menyesuaikan kekuatan dan kelemahan masing-masing saja,” ucap Pryanka.

ki-ka: Philea Evangelista, Vanessa Indra, Irfan Hasibuan, Pryanka Mulia

Rupanya pertemuan tidak terduga ini membuat mereka tidak goyah, melainkan semakin kuat. Ibarat mantra “practice makes perfect”, Tim Nirvana rajin melakukan latihan agar semakin terampil dalam mengevaluasi kemampuan satu sama lain. “Jadi, 6 jam latihan itu bisa dipakai untuk saling bantu, lama-lama juga hafal masing-masing kekuatan dan kelemahannya dimana dan akhirnya lebih keliatan kompak,” tutup Pryanka.

Rasanya Deg-degan!

Setiap kompetisi pasti ada tantangannya masing-masing. Bayangkan jika kamu dan tim hanya memiliki waktu 6 jam untuk menyelesaikan study case, apa perasaan kamu? Pasti deg-degan tentunya. Inilah yang juga dirasakan oleh Tim Nirvana, lho! Hebatnya, mereka berhasil menyelesaikan dengan performa yang maksimal. Tidak hanya itu, tapi strategi yang dilakukan oleh kelompok juga perlu disusun secara matang dan penuh perhitungan agar hasilnya efektif. “Dari sisi analytical thinking-nya diasah banget, soalnya nggak semua bisa ditaruh karena tidak akan keburu, akhirnya kita pakai sekitar 2,5 jam untuk membuat gambar dan presentasi yang terdiri dari sekitar 30 halaman,” papar Pryanka ketika bercerita tentang strategi kelompok.

Team Nirvana, We All Support You!  

Tim Nirvana banyak mendapatkan bantuan, lho! Dari Universitas Prasetiya Mulya, melalui KATBANG dan Faculty Member, you name it! KATBANG memainkan peran penting dalam memfasilitasi kelompok dengan kebutuhannya akan mentoring dan coaching. Menurut Pryanka, “Sebenernya, kita kebanyakan lewat KATBANG, awal-awal itu difasilitasi buat kontak mentor, coach, dan proses pendaftaran juga lewat KATBANG. Kita juga dapat dukungan finansial buat akses dan beli business case dan dapat reimbursement buat alat tulis untuk presentasi”. 

Dengan begitu, kelompok semakin percaya diri dan yakin dalam menghadapi tantangan dari kompetisi karena telah mendapatkan wawasan dan solusi yang berharga dari bidang entrepreneurship, strategy, business communication, finance, human resources, dan environmental economics dari interview bersama Faculty Member. “Interview itu sangat membantu, we have a lot of knowledge and information, jadi kalau kasusnya spesifik atau lebih general, kita bisa arahkan ke satu bidang,” cerita Pryanka.

First Impression Matters! 

Menurut Pryanka, kunci kesuksesan Tim Nirvana terletak pada kemampuan linguistik dari masing-masing anggota, terutama dalam memperhatikan cara presentasi, bukan hanya kontennya, tetapi juga pengiriman atau skripnya. “Kalau kompetisi internasional kan pake bahasa inggris, jadi improving communication skill in a business context, bagaimana cara kita bisa deliver argumen yang concise, yang pendek tapi powerful, nggak terlalu pake kata-kata yang nggak impactful itu tuh penting, especially when you are trying to convince people who are from higher college education than you,” ujar Pryanka. 

Menjadi mahasiswa lokal dalam kompetisi internasional? No need to worry! Ketika tim menyadari bahwa mereka memiliki potensi dan kesempatan yang sama, maka Tim Nirvana terus belajar untuk memperkaya pengetahuan mereka dari berbagai sumber. “Kemampuan untuk menyelesaikan masalah hanya bisa datang dari latihan berkali-kali, banyak membaca, banyak nonton video, memahami kondisi dunia dari segi geopolitik, yang ternyata keluar banyak di kasus kompetisinya,” tutup Pryanka. 

Selamat untuk prestasi yang berhasil diraih oleh Tim Nirvana! Semoga berhasil ketika mewakili Indonesia dalam Asia-Pacific Round pada bulan ini.

Graciela

Add comment

Translate »