Cerita Prasmul
Wynn Wijaya: Menemukan Purpose Baru di Waktu Tak Terduga – Alumni Success Story

Wynn Wijaya: Menemukan Purpose Baru di Waktu Tak Terduga – Alumni Success Story

Selama satu tahun terakhir ini, sudah ada ratusan ribu bisnis yang menutup pintu secara permanen akibat tekanan pandemi Covid-19. Semuanya dihadapkan oleh dua pilihan: survive atau mempertahankan idealisme. Bagi Wynn Wijaya, alumnus S1 Branding 2011 Universitas Prasetiya Mulya, menyerah bukanlah pilihan. Bagaimana tahun 2020 menjadi blessing in disguise untuk Wynn? Simak kisahnya!

Passion di Social Enterprise

Meskipun sudah memiliki keinginan berwirausaha sejak kuliah, saat itu Wynn masih bimbang dalam menentukan bidang industri yang ingin digeluti. Untungnya, sebagai Prasmulyan, ia mengikuti program Community Development, mata kuliah wajib yang menerjunkan mahasiswa ke desa. Ditempatkan di Cibeber, Wynn mengabdi selama 22 hari untuk bantu mengembangkan bisnis seorang warga bernama Pak Roki. 

Dari Comdev, Wynn Wijaya terinspirasi untuk mengeksplorasi berbagai LSM untuk mengenali kondisi masyarakat secara langsung.

“Istrinya jago bikin kue,” kenang Wynn. “Jadi waktu itu, kita sekelompok beliin oven biar dia bisa bikin usaha pia. Tugas gue adalah approach ke warung-warung. Sampai sekarang gue masih kontakan sama anaknya.”

Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan kontribusinya dengan mengeksplorasi berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Bersama Wahana Visi Indonesia, Wynn berjelajah ke Kupang selama hampir setengah tahun dan merasakan hidup tanpa kemewahan listrik. Pengalaman tersebut membuka wawasannya ke dunia social enterprise, di mana ia bisa menciptakan impak secara nyata. 

Gue langsung lakukan deep research sampai akhirnya ketemu dengan konsep solar panel,” tutur sosok yang juga merupakan alumnus MM Prasetiya Mulya tersebut. “Dengan bantuan teman yang memang orang engineering, gue pun belajar tentang renewable energy sampai dapat sertifikat. Tapi karena nggak punya background teknik, gue liatnya dari sisi bisnis.

Hal ini mengantarkan Wynn pada bisnis pertamanya, PT Weston Global Energi, jasa konsultasi dan edukasi pembangkit listrik tenaga surya. Kemudian pada September 2019, Wynn mendirikan venture baru yang semakin meneguhkan namanya di dunia social enterprise, yakni SINARI Generasi Indonesia

Purpose Baru dengan Goal yang Sama

Selain Wynn Wijaya, alumnus S1 Event Daniel Sibbald (tengah) juga merupakan salah satu Founder SINARI yang berasal dari Prasmul.

Awalnya, SINARI dibangun untuk memberikan solusi energi di daerah rural dengan inovasi power bank tenaga surya berdaya 600 dan 1200 watt. Riset yang didukung oleh Kemendes Banten tersebut bahkan sudah mencapai titik deployment. Namun ketika pandemi melanda, seluruh operasi terpaksa dibatalkan. Dalam upaya mempertahankan produktivitas alat yang telah dikembangkan, Wynn memutuskan ekspansi ke bidang agrikultur untuk memberikan nilai tambah pada komoditas petani.

Sebelum pandemi, operasional SINARI fokus pada penyediaan listrik menggunakan panel surya sebagai sumber energi.

“Mesin tersebut digunakan untuk pengolahan dan grading komoditas seperti kacang mede, kacang kenari, dan vanili,” tutur Wynn. “Goal kita saat itu adalah menghubungkan para petani dengan pembeli luar negeri untuk meningkatkan ekspor.”

Tapi lagi-lagi, Wynn dihadapkan sebuah tantangan. Berkesempatan untuk pitching di hadapan Y Combinator, akselerator dari Silicon Valley, ia menerima feedback yang tidak terduga: langkah yang diambil SINARI terlalu besar. Wynn pun menyadari bahwa sebelum bisa mencapai tujuannya, ia harus mulai dari yang paling dasar, yaitu meningkatkan permintaan komoditas. Setelah mengistirahatkan mesin-mesinnya, SINARI kini semakin fokus dalam menghubungkan para local supplier dengan klien. 

“Tadinya kita udah nyaman main di energi, tapi sekarang kita nggak bisa idealis lagi.” Wynn menjelaskan. “ Berkat feedback tersebut, kita akhirnya menemukan purpose sebenarnya yang tetap in-line dengan goal di awal. Dari data yang udah terkumpul, baru kita bisa ke tahap berikutnya, yakni meluncurkan global sourcing hub untuk menghubungkan para petani dengan pelaku agribisnis di dalam dan luar negeri.”

Harapan Besar untuk Generasi Muda

Wynn percaya dengan kemampuan inovasi generasi muda.

Bagi Wynn, ketidaksetaraan energi dan rendahnya kesejahteraan petani lokal adalah masalah real yang hingga kini belum terselesaikan sampai akarnya. Namun setelah 6 tahun bergelut di bidang ini, ia melihat perkembangan positif, terutama di generasi muda, yang semakin aware dengan wirausaha berbasis sosial. 

“Anak-anak muda sekarang semakin kreatif, efektif, dan efisien,” Wynn berpendapat. “Kalau mereka bisa terjun ke daerah-daerah dan merasakan fenomenanya secara langsung, gue yakin hal itu akan menginspirasi ide-ide inovatif yang bisa memajukan Indonesia.”


Tidak sedikit alumni Prasmul yang menunjukkan kepedulian mereka terhadap masyarakat melalui bisnis, charity, dan penggalangan dana. Klik foto di bawah ini untuk mengetahui ragam aksi sosial Prasmulyan!


Ia pun menyatakan rasa bangga terhadap Prasmul atas program studi S1 Renewable Energy Engineering yang ada sejak tahun 2017 silam. 

“Biasanya, mahasiswa hanya belajar antara teknik atau bisnis aja,” terangnya. “Gue pernah ada di dua sepatu tersebut. Prasmul punya kompetensi untuk repackage sesuatu jadi ide bisnis. Jadi dengan menggabungkan dua itu, pasti acceleration-nya kenceng banget.”

mm

Sky Drupadi

Add comment

Translate »