Cerita Prasmul

Alumni Prasetiya Mulya Gencar Beri Edukasi seputar Vaksin dan Dampak Post Covid-19

Usai mencapai angka 1 juta kasus pada akhir Januari 2021, pasien di Indonesia yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat. Upaya pencegahan belum usai, permasalahan baru pun muncul, mengetahui penyintas Covid yang telah sembuh masih berpotensi menunjukkan gejala sisa, atau disebut Long Covid.

Isu tersebut yang menjadi alasan bagi IKAPRAMA (Ikatan Alumni Prasetiya Mulya) Health Care Club bersama Mayapada Hospital, memberikan sosialisasi daring bertajuk, “Dampak Post COVID Jangka Panjang dan Seberapa Besar Manfaat Vaksin COVID-19” pada Sabtu (22/01).

“Meski virus SARS-CoV-2 menyerang sistem pernapasan, namun penyakit yang diakibatkan dapat menimbulkan kerusakan organ, sehingga dapat meningkatkan resiko gangguan kesehatan jangka panjang,“ ungkap dr. Prasna Pramita, Sp.PD selaku Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Mayapada Hospital.

Sesi tanya jawab yang dilakukan bersama para dokter spesialis di Mayapada Hospital.

Tak hanya permasalahan paru, dr. Prasna menjelaskan bahwa gangguan kesehatan jangka panjang yang dapat terjadi antara lain kerusakan organ pada jantung, penyumbatan pembuluh darah, hingga masalah psikologis berupa gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Mendukung penjelasan tersebut, dr. Sheila Agustini, Sp.S selaku Dokter Spesialis Penyakit Saraf Mayapada Hospital mengatakan bahwa gejala sisa, seperti vertigo yang tak kunjung membaik, disfungsi kognitif, serta kesulitan berkonsentrasi juga dapat dialami penyintas Covid-19.

“Gejala Long Covid seperti ini disebut juga Post Covid Neurological Symptoms (PCNS), atau sekumpulan gejala bidang saraf pada pasien pasca Covid.” ungkap dr. Sheila. “Yang paling sering dirasakan adalah fatigue atau sindrom lelah, serta sesak napas.” Dampak Covid-19 yang cukup signifikan inilah yang memicu diperlukannya vaksinasi. 

Berbagai ragam jenis vaksin mulai diciptakan demi menghentikan rantai penyebaran virus Covid-19

“Vaksin dianggap mampu meningkatkan kekebalan individu dan kelompok serta memberikan perlindungan kepada orang yang belum menjadi sasaran vaksinasi,” ungkap dr. Prasna. Memiliki konsep yang sama dengan imunisasi, vaksinasi merupakan cara yang sudah lama diterapkan di dunia kedokteran. 

Keberadaan vaksin lantas tak hanya diperuntukkan bagi mereka yang menerimanya, namun seluruh masyarakat, sebagaimana dalam konsep Herd Immunity. “Targetnya adalah 70% masyarakat tervaksin, supaya 30% sisanya juga terlindung,” jelas dr. Prasna.

Aksi Bergerak Bersama

Jika terdapat vaksin yang menjadi solusi pencegahan terhadap infeksi Covid-19, pengembangan layanan rehabilitasi turut digalakkan bagi para pasien yang masih merasakan gejala sisa, seperti yang disampaikan dr. Kukie Anandaputri, MM, alumnus MM Prasetiya Mulya sekaligus GM Center Excellent & Product Development Mayapada Hospital.

“Layanan Post Covid-19 Recovery Center kami kembangkan bagi para penyintas Covid untuk tahu kondisi kesehatan terakhir, sehingga mereka semakin semangat dalam menjalankan aktivitas serta berkumpul bersama keluarga.”

dr. Kukie Anandaputri, MM

Selain itu, salah seorang penyintas Covid-19, Bapak Ir. Adharta Ongkosaputra, MBA turut menginisiasi komunitas KILLCOVID19 guna memfasilitasi pencarian RS rujukan yang semakin sulit, serta memberikan edukasi yang tepat demi mencegah penyebaran Covid-19. 

Sebagai penyintas Covid-19, Pak Adharta berpesan agar masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan spiritual.

“Terdapat 120 RS yang bergabung dengan komunitas KILLCOVID, sehingga kami bertugas berbagi informasi RS mana yang kosong,” ungkap Pak Adharta. 

Hendak membagikan pesan sehat, alumnus MM Prasetiya Mulya tersebut turut menyampaikan, “Semua masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan edukasi serta kesiapan mental. Karena dengan kemampuan mengenal terlebih dahulu, masyarakat mampu bertahan melawan Covid dengan daya tahan tubuh dan spiritual.”

Gabriela Junisa Lasse

Gabriela Junisa Lasse

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »