Cerita Prasmul

[Pop Up Market 2014] Dedikasi Pop Up Market Untuk Ekonomi Kreatif Indonesia

Sektor industri kreatif nasional mengalami pertumbuhan sebanyak 8% pada tahun 2013. Data positif  inilah yang kemudian menggerakan Kementerian Perindustrian untuk memproyeksikan pertumbuhan sebanyak 10% pada tahun 2014. Di balik target tersebut tersimpan pekerjaan besar untuk menghadirkan platform stimulant bagi industri kreatif tanah air. Dedikasi untuk membantu ekonomi kreatif inilah yang menginspirasi penyelenggaraan 3rd Pop Up Market – sebuah bazaar tematik tahunan yang diusung oleh mahasiswa  S1 Prasetiya Mulya.

DSC_0021Fody Sinaga, Ketua Pop Up Market 2014 mengatakan bahwa Pop Up Market 2014 tidak hanya merayakan budaya retail kaum urban, tetapi juga ingin menjadi suatu wadah di mana brand-brand lokal dapat berkembang dan menunjukan eksistensinya dalam skala nasional. Menurut data yang dipublikasikan oleh Dataworks Indonesia, sebagian besar dari UKM menjadi tidak aktif atau pun bangkrut dalam jangka waktu 3 tahun karena ketidakmampuan usaha untuk bersaing dengan produk luar negeri yang berbondong-bondong masuk ke Indonesia atau pun karena sedikitnya kesempatan untuk melakukan penetrasi pasar dikarenakan modal usaha yang terbatas dan pengalaman usaha yang minim.

Fody melanjutkan, dengan kurasi tenant yang menggunakan proporsi dan biaya sewa yang terjangkau, Pop Up Market ingin menyediakan kesempatan bagi usaha start-up kreatif untuk bertahan di tengah pasar Indonesia. Pop Up juga ingin menjadi sebuah ajang gaya hidup dengan tujuan : a lifestyle bazaar with a cause.

“Kesadaran bahwa produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk import mendorong Pop Up Market tidak hanya menjadi sebuah ajang jual beli, melainkan juga sebagai wadah yang mendukung perkembangan wirausahawan muda Indonesia di industri kreatif Indonesia,” ujar Fody.

DSC_0085Lewat tema dan konsep Distrik Shibuya yang disesuaikan dengan perkembangan tren estetika yang tengah digemari pasar Indonesia, Pop Up Market 2014 mewadahi 68 brand  lokal untuk berinteraksi dengan puluhan ribu pengunjung. Sebagai catatan, Pop up Market 2012  dihadiri 13.790 pengunjung dan   Pop Up Market 2013  sebanyak 27590 pengunjung.

DSC_0157

Pop Up Market juga mengusung dua program baru  untuk membantu brand-brand lokal dalam mendapatkan penetrasi pasar dan ilmu yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya, yaitu : Pop Up Initiative dan Pop Up Market’s Patrons.

Pop Up Initiative yang merupakan pre-event, berlangsung pada tanggal 13 Maret 2014 di Waha Kitchen, Kosenda Hotel, acara ini dikemas dalam sebuah panel diskusi yang mengundang beberapa tokoh industri kreatif Indonesia untuk menjadi sumber inspirasi dan tips and tricks bagi para tenant yang berpartisipasi. Yudha Budhisurya (Owner of Opco Indonesia; Portico, Domain, Yellow Fin, etc) dan Rama Dauhan (Former designer of X(SML) and Danjyo Hiyoji) berbagi pengalaman dan kunci kesuksesan usaha mereka, acara ini pun ditutup dengan social luncheon dimana para tenant mampu memperluas network. 

Pop Up Market’s Patrons merupakan bagian dari event utama, dimana Pop Up Market memberikan status dan apresiasi kepada dua brand lokal Indonesia atas impact yang mereka berikan kepada ranah industri kreatif Indonesia, baik itu atas originalitas produk mereka, atau pun atas keberhasilan merk tersebut dalam mengembangkan segmen pasar baru. Apresiasi ini diwujudkan dengan pemberian tenant space bagi mereka untuk memperkenalkan produk dan memperbesar penjualan serta penetrasi pasar mereka. Kedua patrons tahun ini merupakan Identite dan Brillington & Brothers. 

Fody berharap, Pop Up Market bisa membantu menggerakan industri kreatif sebagai salah satu dari tiga sumber pemasukan Produk Domestik Bruto terbesar di Indonesia.

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »