Cerita Prasmul

Nicholas Featured on Marketing.co.id

Memiliki kedewasaan melebihi usia sebenarnya, tenang, progresif, penuh keyakinan, suka mengikuti kata hati, cenderung individualistik dan… narsis. Itulah sebagian karakter yang saya lihat dari beberapa pertemuan dan perbincangan dengan Nicholas Kurniawan, sang eksportir ikan hias berusia 20 tahun dengan omzet bulanan ratusan juta rupiah.

Saya mengenal Nic (panggilan saya terhadap Nicholas Kurniawan) karena dia adalah salah satu mahasiswa mata kuliah Internet Marketing, mata kuliah yang saya ampu sebagai dosen di STIE Prasetiya Mulya. Meski Nic bukan mahasiswa yang terpandai di mata kuliah Internet Marketing, Nic memiliki pemahaman lapangan yang sangat baik mengenai cara memasarkan bisnis di dunia digital.

 

NIcholas Kurniawan sang remaja pengusaha ikan hias dan Chief Editor Marketing.co.id Andika Priyandana

NIcholas Kurniawan sang remaja pengusaha ikan hias dan Chief Editor Marketing.co.id Andika Priyandana

Jika ada di antara para pembaca yang belum mengenal Nicholas Kurniawan, silahkan kalian coba menelusuri namanya di situs pencari. Di sana, kalian akan menemukan banyak informasi tentang Nic, mulai dari profesinya sebagai eksportir ikan hias seperti Arwana, hingga penghargaan yang diperoleh sebagai pebisnis inspiratif Kaskus dan narasumber pebisnis muda Kick Andy.

Singkat cerita, dari pertemuan kami yang semakin intens, Nic membagi banyak hal dan di antaranya adalah strategi yang dilakukan olehnya untuk meraih impian. Melalui artikel ini, saya akan mengambil contoh kasus strategi meraih impian yang dilakukan seorang Nicholas Kurniawan agar dapat diterima di STIE Prasetiya Mulya.

Berikut ini adalah cara meraih impian ala Nicholas Kurniawan:

1.       Buatlah proposal untuk surga!

Saya akan memparafrasekan strategi pertama di atas menjadi menetapkan tujuan terukur dimulai dari waktu pencapaian tujuan, merencanakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut dan berdoa kepada Tuhan YME agar diberikan yang terbaik dalam usaha meraih tujuan tersebut.

Saat Nic menetapkan tujuan agar dapat menjadi bagian dari STIE Prasetiya Mulya pada bulan Juli 2011, Nic memiliki masalah utama, yaitu finansial. Nic menghitung bahwa diperlukan anggaran minimal Rp 100 juta, sementara Nic tidak berhasil masuk dalam golongan calon mahasiswa peraih beasiswa.

Jadi, semenjak awal kelas 3 SMA, sekitar setahun sebelum Juli 2011, Nic mulai menghitung sumber daya yang diperlukan agar dapat mencapai tujuan tersebut. Nic memerkirakan bahwa dia harus menabung sedikitnya 10 juta per bulan dan satu-satunya cara mendapatkan angka tersebut dengan menjadi eksportir ikan hias, bukan sekedar penjual ikan hias lokal.

2.       Milikilah niat yang baik

Saat Nic menetapkan tujuan menjadi mahasiswa STIE Prasetiya Mulya, Nic memiliki niat untuk membuat kedua orang tuanya bangga, menghilangkan namanya dari daftar yang dibuat orang-orang yang menjadikan kegagalannya sebagai bahan lelucon dan menunjukkan bahwa siapa pun bisa bermimpi sebesar-besarnya dan yang membedakan antara pemimpi dan seorang juara adalah keberanian mengejar impian tersebut dengan langkah nyata.

3.       Bersiaplah tamu datang kapan pun

Persistensi dan konsistensi adalah karakter-karakter yang harus dimiliki. Nic memiliki opini bahwa sukses adalah pertemuan antara kesempatan dan persiapan. Tanpa kesempatan, mungkin persiapan nampak sia-sia, namun tanpa persiapan akan membuat kesempatan menjadi sia-sia.

Karenanya, agar dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, Nic memikirkan setiap langkah hingga dua tiga langkah ke depan.  Jika mengalami kegagalan, hal tersebut sudah pasti. Hal berikutnya tergantung pada diri kita sendiri, apakah mau bangkit lagi setiap kali jatuh dan selalu mau mencoba hal baru yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya.

Karena Nic sudah bersiap menghadapi kemungkinan apa pun, termasuk kegagalan, maka Nic dapat menerima kegagalan-kegagalan saat dia mulai menapak jejak sebagai eksportir ikan hias, mulai dari kegagalan pengiriman ribuan ikan hingga ditipu rekan bisnisnya.

4.       Ambil tindakan

Ide sehebat apa pun tidak ada gunanya jika tidak dilaksanakan. Mengambil tindakan dapat berisiko kegagalan, namun merasakan kegagalan dalam perjuangan meraih cita-cita jauh lebih baik daripada kegagalan yang muncul karena penyesalan tidak mengambil tindakan. Jangan khawatir jika gagal karena segala yang kita miliki adalah titipan Tuhan YME. Jika kita kehilangan, tentu Tuhan YME akan menggantikannya dengan yang lebih baik untuk kita.

Kemudian pada bulan Juli 2011, tepat ada masa gelombang terakhir pendaftaran di STIE Prasetiya Mulya, tanpa terduga order mengalir sangat deras selama tiga bulan terakhir hingga akhirnya Nic berhasil mengumpulkan tabungan 100 juta rupiah di usia 18 tahun.

Melalui kisah Nic dan strategi meraih impian yang dilakukan olehnya, saya ingin menyampaikan kepada generasi muda Indonesia, khususnya para pebisnis dan marketer agar berani menetapkan tujuan yang tinggi, namun tetap terukur dan terencana. Jadi, tidak sekedar asal tembak atau asal ngarep.

Untuk Nic sendiri, saya harapkan agar tetap mawas diri dan tidak besar kepala. Semoga Nic dapat menjadikan dirinya menjadi semakin baik lagi di masa-masa mendatang.

Writer  : Andika Priyandana — Chief Editor Marketing.co.id

Sumber : http://www.marketing.co.id/cara-meraih-impia-untung-100-juta-dalam-tiga-bulan/

 

Simak juga video Nicholas berikut :

[No videos found]

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »