Cerita Prasmul

Kamu Harus Tahu! Ini Peran Ekonomi dan Diplomasi dalam Mewujudkan Ketangguhan Nasional

Ketangguhan nasional menjadi topik yang sering diperbincangkan di media Indonesia, begitu pun di bidang edukasi. Terlebih saat negara dihadapkan dengan berbagai masalah sosial, seberapa kuat kita menghadapinya? Apakah kamu tahu variabel apa saja yang dapat meningkatkan ketahanan negara kita?

Ini yang dibahas dalam SBE Webinar Series, ‘discuss ON’ dengan tema “Leading the People Towards Indonesia National Resilience: Diplomacy and Economy”, Jumat (5/11) lalu. Kita akan sama-sama belajar bagaimana membangun ketahanan bangsa dari sudut multiperspektif yang disampaikan oleh para expert.

Awali dari Ekonomi Produktif

Satu hal yang menjadi aspek krusial dalam roda ekonomi adalah akses logistik. Perputaran ekonomi akan bertumbuh jika suatu negara memiliki infrastruktur yang saling terkoneksi. “Masih banyak wilayah yang sebenarnya kaya akan sumber daya, namun tidak bisa diolah dan dijual karena kurangnya akses dan infrastruktur,” papar Darmawan Prasodjo, Wakil Direktur Utama PT. PLN.

Penulis Buku “Jokowi Mewujudkan Mimpi Indonesia” ini juga mengatakan pemerintah sedang mengupayakan pengembangan daerah yang minim akses untuk bisa mengolah sumber daya alamnya secara mandiri.

The bottomline philosophy of our policies is to transform the Indonesian consumer-based economy into a production-based economy.

Dengan adanya konektivitas dan akses logistik bahkan ke daerah-daerah terpencil, maka diharapkan mereka dapat memiliki produktivitas yang dapat menyaingi pusat perkotaan,” imbuhnya.

Beliau juga berpendapat, dalam rangka merealisasikan tujuan ini, negara membutuhkan kolaborasi internasional yang dapat membantu akselerasi dana serta ilmu pengetahuan dalam mewujudkan visi besar Indonesia.

Membangun Image di Kancah Internasional

Selain memiliki opini yang terjaga dalam kacamata domestik, negara kita juga harus memiliki potret yang baik di mata Internasional. Tentu saja, dunia internasional memandang Indonesia berbeda dari apa yang kita bayangkan. Di situlah soft-power diplomacy bekerja.

Soft-Power Diplomacy means less intention, but promotes understanding.

Antonius Agus Sriyono, Mantan Dubes Indonesia di Vatikan

Kebhinekaan yang ada di Indonesia menunjukkan kebiasaan masyarakat kita untuk bertoleransi dan saling menghargai. Dengan soft-power diplomacy ditambah dengan aspek diversitas, Indonesia dapat mempromosikan keunikan bangsa ke kancah Internasional, sehingga dunia dapat mengakui Indonesia sebagai satu negara dengan kekayaan perbedaan.

Borobudur Garden di Museum Vatikan, sebuah contoh dari soft-power diplomacy.

Indonesian diversity is both a blessing, and a challenge for us all. Ketangguhan nasional dapat diperkuat dengan persatuan yang kohesif, dan keterbukaan terhadap dunia global.

Saatnya Anak Muda Berperan!

Satu lagi perspektif yang tidak kalah penting adalah bagaimana pandangan generasi selanjutnya dalam memahami situasi negara dan dunia. Dari riset yang telah dipersiapkan oleh Edbert Gani Suryahudaya, peneliti dari Centre of Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan 60% dari pelaksana pemilu adalah para milenial dan gen-z.

Majority of Indonesian young voters had concerns about corruption and climate issues.

Edbert Gani Suryahudaya, peneliti dari Centre of Strategic and International Studies (CSIS)

Dalam indikator Nasional Survey, 64% masyarakat muda Indonesia paling mengkhawatirkan isu korupsi, sedangkan 62% menganggap climate issues yang lebih membahayakan. Tentu, usia ini juga sangat sensitif terhadap kebijakan yang dikemukakan oleh pemerintah di kancah global. And the tweak is to listen seriously to the aspirations of Indonesian youth voters,” imbuhnya.

Mereka yang lahir di zaman serba teknologi tentu akan membawa insight baru bagi negara. Dengan adanya internet dan media sosial, kini arus informasi menjadi sangat cepat dan masyarakat semakin sadar dengan dampak dari kebijakan publik.

Maka dari itu, sangat dibutuhkan peran generasi muda untuk berpartisipasi dalam upaya menciptakan ketangguhan nasional. Kita bisa memulai dari aktif berorganisasi, menggunakan media sosial dengan bijaksana, menyebarkan ilmu pengetahuan, hingga menjadi pelaku UMKM demi mentransformasi ekonomi Indonesia menjadi lebih produktif!

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »