Cerita Prasmul
Tips Sukses Bisnis Online : Berani Menentang Arus

Tips Sukses Bisnis Online : Berani Menentang Arus

Setiap orang yang telah memutuskan untuk berbisnis online harus berani menentang arus. Ia tidak boleh takut merasa berbeda atau merasa ragu karena tidak melakukan apa yang kebanyakan orang lakukan. Poin terpenting dalam memulai bisnis adalah berpikir secara benar, meskipun mungkin pemikiran tersebut bertentangan dengan pemikiran umum.

Tips sukses bisnis online tersebut disampaikan oleh CEO Bukalapak Achmad Zaky dalam kuliah umum di Kampus Prasetiya Mulya BSD , Selasa (28/5). Menjawab pertanyaan dari mahasiswa  di kelas tersebut, Zaky menekankan bahwa selain bersikap optimis, penjual harus mampu bersikap berbeda dari yang lain saat hendak memulai bisnis.

bukalapaks

“Rasa pesimis pasti dirasakan oleh setiap penjual di masa awal bisnis. Ketika awal merintis e-commerce pun, saya juga merasa demikian. Saat itu, saya tidak memiliki investasi sama sekali. Namun, saya yakin bahwa suatu hari bisnis online akan merebak. Semua orang tanpa terkecuali suatu hari nanti akan go online. Teknologi internet adalah sesuatu yang tidak terelakkan. Kini, terbukti bahwa e-commerce yang saya rintis berkembang pesat, seturut perkembangan bisnis online, ” kata Zaky.

Memulai bisnis online pun demikian. Menurut Zaky, penting bagi penjual untuk dapat berpikir secara terbalik alias berseberangan dari pola pikir banyak orang. Penjual harus bisa berani berpikir secara berbeda. Ada hal-hal yang di satu waktu dinilai mustahil, namun sebenarnya di masa depan memiliki peluang yang baik dan menjanjikan. Dengan kata lain, penjual harus memiliki sifat visioner.

Zaky melanjutkan, memiliki pola pikir yang berbeda mungkin akan dinilai sebagai sebuah “kebodohan” di mata orang banyak. Namun dalam dunia bisnis, “kebodohan” tersebut sebenarnya merupakan keunikan tersendiri yang mungkin saja tidak dipikirkan oleh penjual lain. Keunikan itulah yang kemudian menjadi kunci sukses sebuah bisnis online.

Gravira
Ilustrasi : Situs Pembuatan Kaos Online GRAVIRA karya Satriandaru (alumni S1 Prasetiya Mulya)

“Jika memakai cara yang normal atau cara yang biasa-biasa saja, bisnis sulit mencapai kesuksesan. Penyebabnya, semua orang juga melakukan cara normal tersebut,” ucap Zaky.

Bahkan, menurut Zaky, berbisnis tanpa “mengekor” orang lain justru menciptakan kesempatan tersendiri bagi penjual. Ketika penjual mampu berpikir secara anti-mainstream, di sanalah peluang bisnis tercipta.

“Yang penting, pola pikirnya benar dan berdasar. Tidak masalah jika ide bisnis tersebut berkebalikan dari pola pikir orang banyak. Asalkan berpikir secara benar, go ahead saja,” kata Zaky.

Zaky mengambil contoh kesuksesan bisnis minimarket-minimarket yang tumbuh seperti jamur saat ini. Hanya selang beberapa ratus meter, masyarakat bisa dengan mudah menemukan minimarket dengan brand yang sama.

Yang menarik, ide membangun minimarket ini pada awalnya dicerca oleh banyak pihak. Banyak orang menganggap bodoh gagasan untuk merintis bisnis minimarket, di saat pasar dikuasai oleh kehadiran supermarket dan hypermarket. Seiring berjalannya waktu, gagasan membangun minimarket pun terbukti sebagai gagasan bisnis yang cemerlang.

Berbisnis dengan metode “jalan tol”

Lebih lanjut, Zaky menyebutkan analogi “jalan tol” saat merintis bisnis online. Yang pertama-tama harus dilakukan penjual adalah menjadikan toko onlinenya sebagai “jalan tol” bagi banyak orang. Artinya, penjual harus menghimpun sebanyak-banyaknya pembeli agar mau “berlalu-lalang” di toko onlinenya.

Bukalapak
CEO Bukalapak Achmad Zaky menyampaikan materi tentang pemasaran online di Kampus Prasetiya Mulya BSD

“Ibarat sebuah jalan tol, upayakan agar banyak pembeli “mampir” ke toko online. Jangan memprioritaskan besarnya profit di masa-masa awal bisnis. Fokuskan bagaimana caranya mengumpulkan pembeli agar mau bertransaksi atau membeli di toko online. Sama seperti jalan tol, berikan pengalaman bertransaksi yang ‘bebas hambatan’ kepada pembeli,“ kata Zaky.

Menurut Zaky, banyak cara yang bisa dilakukan penjual untuk menghimpun pembeli di masa awal bisnisnya. Salah satunya adalah dengan menawarkan transaksi yang aman, nyaman, dan mudah di toko online milik penjual. Selain itu, penjual bisa menggunakan channel-channel online yang gratis seperti media sosial.

“Undanglah sebanyak-banyaknya calon pembeli melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter. Sebarluaskanlah nama toko online melalui media-media tersebut. Dari seribu orang yang dikirimi pesan melalui kotak masuk Facebook, sedikitnya sepuluh calon pembeli pasti berkunjung ke toko online penjual. Lakukan segala jenis upaya untuk mendapatkan banyak calon pembeli di masa-masa awal bisnis online,” papar Zaky.

Sumber : http://netpreneur.co.id

Penulis : Maureen Anindya

1 comment

Translate »