Cerita Prasmul

Pertama Kali Hybrid, Inilah Kilas Balik Entrepreneur Day 2022

Sejak tahun lalu, ajang pameran ide bisnis dari mahasiswa S1 Business Prasmul, yaitu Entrepreneur Day sudah dilakukan secara online. Dengan kondisi pandemi yang belum juga stabil, tentunya panitia tahun ini memiliki berbagai keraguan dan ketidakpastian. Namun, pada akhirnya Entrepreneur Day 2022 ternyata sukses dijalankan hybrid selama tiga hari. Penasaran seperti apa? Yuk, lihat kilas baliknya!

Online dan Offline? Terdengar Menarik!

Ratusan mahasiswa terlihat begitu antusias berkumpul di Disrupto, The Breeze, BSD City, Jumat hingga Minggu lalu untuk memamerkan, hingga menjual produk bisnis mereka, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Sebanyak 93 tenant hadir dalam ajang ini, baik karya dari mahasiswa yang menjalankan mata kuliah Technology-Based Business, maupun Business Creation. 

Untuk yang mengakses secara daring, bazar online terkemas secara apik bagi setiap pengunjung. Layaknya berbelanja di pameran nyata, mereka bisa menikmati ‘jalan-jalan virtual’ dengan karakter 3D, seperti bermain gim third-person shooter. Tiap-tiap booth mahasiswa S1 Business sudah siap dengan tampilan produk dan penjelasan rinci bagaimana produk tersebut bekerja. Tertarik untuk membeli? Dengan mudah, fasilitas check out di Tokopedia dan Shopee pun tersedia.

Tak lupa, sehabis jalan-jalan virtual, ada berbagai rangkaian talkshow dan workshop yang bisa diikuti oleh semua pengunjung. Sebagai acara yang menumbuhkan kesadaran entrepreneurship dan inovasi, Entrepreneur Day 2022 menghadirkan sosok inspiratif seperti Ernest Christian Layman (Founder, Rekosistem), Septian Bramandita (Founder, Satukata), Mega Puspita (Founder, Studio Dapur), dan masih banyak lagi.

Selain menghibur, rangkaian acara ini juga memberikan manfaat praktis untuk berbagai kalangan. “Apa sih makna Leadership? Sebuah kombinasi antara skill set, management, value, dan vision yang bisa diimplementasikan oleh siapa saja, mulai dari staff biasa, hingga orang nomor satu di sebuah organisasi,” ujar Ernest C. Layman, ketika menceritakan pengalaman memimpin di organisasi sewaktu kuliah di talkshow “Leadership is an Action, Not a Position”. “Aku bukan menempatkan atasan mereka, tapi sebagai partner,” lanjutnya. 

Kreasi Mahasiswa Membuat Ide Sustainable Business

Pentingnya untuk beraksi ketika menjadi seorang pemimpin menurut Ernest C. Layman

Sesuai dengan tema “Building Resilience Through Sustainability”, mahasiswa semester 1 ditantang untuk mengeksplorasi permasalahan yang ada, baik konteks kota ataupun komunitas, dalam rangka memenuhi program Sustainable Development Goals (SDG). Walau belum jadi produk sungguhan, namun ide yang diciptakan tidak sembarangan. Mereka diharuskan untuk menggunakan konsep Design Thinking, yang bermula dari sikap empati kepada target konsumen, dan selanjutnya mencari solusi dari masalah tersebut. 

Waktu itu, kami mulai dari tahap emphatize melalui wawancara, kemudian define solusinya, lalu ideate untuk menciptakan solusi kreatif, baru masuk ke tahap prototyping dan test. Jadi ada proses panjang untuk menjalani mata kuliah ini, supaya konsep bisnisnya tepat sasaran,” sebut Andrean Darmawan, S1 Business yang berkreasi dengan Mr. BIEN, produk vending machine untuk menukar sampah botol plastik dengan minuman, maupun uang.

Ide bisnis lain yang juga menarik adalah Ngebon dengan menciptakan community garden bagi para konsumen. Lalu, ada produk PoTech and Spot, yang memberikan otomatisasi dan kemudahan dalam merawat tanaman, serta masih banyak ide lainnya yang menghasilkan berbagai solusi kreatif.

Semangat All-Out Mahasiswa di Mata Kuliah Business Creation

Yang menjadi inti acara kali ini adalah hasil karya dari mahasiswa semester 3 yang dibagi menjadi 8 kategori, yaitu Food (Ready to Eat), Food (Ready to Cook), Beverage, Chemical, Beauty, Craft, Fashion, dan Service. Di tahap ini, mereka sudah berhasil membuat produk nyata yang layak jual dan memiliki fundamental yang baik.

Meskipun, tantangan jauh lebih berat, dengan bekal pengalaman dan ilmu yang relevan, para mahasiswa di kelas Business Creation mulai merintis proyek bisnis keseluruhan secara nyata.

Pengalaman saat pembuatan produk, kita punya banyak kendala, seperti RnD yang masih nol, quality control cukup sulit karena handmade, hingga ke tahap packaging. Menarik dan itu semua ngajarin kita untuk bisa serius bertahan di dunia bisnis nanti,” ujar Stewart Yapto, Chief Executive Officer B’aloor Ball Body Scrub, salah satu top 3 produk dalam kategori beauty.

Produk B’aloor yang dimiliki oleh Stewart dan team

Kerja keras tiap kelompok pun tidak sia-sia. Dari 42 ide dan 8 kategori, inilah para pemenang Business Creation 2022 berdasarkan masing-masing kategori.

  • Food (Ready to Eat) : Nori no Tabi
    Snack Taco dengan lapisan nori (rumput laut) yang memiliki banyak varian
  • Food (Ready to Cook) : Banagi
    Nugget vegetarian dengan bahan utama jamur tiram dan kulit pisang
  • Beverage : Kukka
    Frozen yogurt dengan bahan dasar buah dan bunga
  • Beauty : Pomelip
    Lip oil dengan bahan dasar pomegranate
  • Chemical : Ranishe
    Tisu basah dengan bahan dasar viscose
  • Craft : Kila
    Tas belanja dan card holder yang reusable
  • Fashion : Tara
    Busana kain dengan desain dan motif nusantara
  • Service : P.Y.L.O
    Celana dalam dengan busa untuk mengurangi resiko jatuh para lansia

Masih penasaran dengan ide bisnis lainnya? Kamu bisa mengunjungi langsung Instagram dan Youtube Entrepreneur Day, lho! Nantikan terus perjalanan mereka di ajang Creatifest pada akhir semester genap tahun ini, ya. Sampai jumpa!

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »