Cerita Prasmul
Gaji Pertamaku.. Buat Apa yaaa…

Gaji Pertamaku.. Buat Apa yaaa…

m setiawan kusmulyono

 Tips keuangan oleh M Setiawan Kusmulyono

Dosen S1 Bisnis Universitas Prasetiya Mulya

Tidak berapa lama lagi sebagian  besar Prasmulyan angkatan 2012 akan segera terbang menuju gerbang kelulusan. Penuh peluh, tangis, dan juga tekanan fisik dan mental selama 4 tahun untuk menjadi seorang wirausaha dan profesional terdidik yang siap mengemban amanah bangsa. Bagi yang mengambil aliran untuk bekerja dulu, tidak jarang yang kini sudah siap segera menjadi profesional di beberapa perusahaan ternama.

Perubahan status kehidupan dari mahasiswa menjadi angkatan kerja ini harus disikapi dengan baik. Beberapa dampak dari gelar sarjana di tangan salah satunya adalah kemandirian yang harus lebih diperkuat. Hibah dana orang tua mungkin akan tidak akan dialirkan kembali sehingga alumni harus mampu mandiri dalam mengelola gaji. Membeli baju sendiri, isi bensin sendiri, makan sendiri, dan kalau kehabisan sebelum tanggal gaji tiba, harus siap-siap diet ketat. Oleh karena itu, sedari awal sudah harus mempersiapkan diri yaaa dengan kondisi ini. Berikut tipsnya untuk dapat mempertahankan keuangan pribadi ketika sudah hidup mandiri…

 

1)    Buatlah pos-pos pengeluaran dan skala prioritas. Bagilah dahulu pos-pos pengeluaran utama dan buat skala prioritasnya. Masukkan hal-hal primer dan sertakan juga pos dana tak terduga.

2)    Pos Hiburan. Jika hiburan menurut Anda penting, maka masukkan biaya nonton bioskop dan jalan-jalan. Tetapi semua harus ada batasnya ya.

3)    Buka Tabungan Baru. Buatlah buku tabungan baru sebagai pos untuk penyimpanan tabungan. Kalau bisa minimal 2 rekening. Rekening pertama untuk menaruh tabungan, sedangkan rekening kedua untuk tabungan jaga-jaga. Tabungan jaga-jaga minimal harus terpenuhi 3 kali pengeluaran kita sebulan lho… Ini bisa untuk sakit, beli sesuatu dadakan, dan lainnya. Tips lainnya, untuk tabungan penyimpanan, kalau bisa dicari bank yang atmnya jarang ya….

4)    Gunakan Kartu Kredit dengan Bijak. Jika tidak mampu, tidak usah pakai kartu kredit dahulu. Hindari belanja dengan kartu kredit, jika tidak mampu menjaga diri. Saat ini yang bayar kita lho.. bukan mami papi lagi…

5)    Bawa bekal. Mungkin terdengar kampungan. Namun, bagi teman-teman yang akan bekerja di kawasan elit seperti Sudirman, Kuningan, dll, jajanan disana pastinya menguras isi dompet. Jadi, kalau mau berhemat, bawalah bekal dari rumah.

6)    Perhatikan Jarak Tempuh Rumah ke Kantor. Perhatikan waktu dan jarak tempuh rumah ke kantor. Kalau memang terpaksa harus ngekos, maka biaya kos harus juga diperhitungkan dengan biaya makan malam (kan kalau di rumah masih boleh gratis).

7)    Jangan boros. Kalau ini sih nasehat jadul, tapi tetap berguna. Bukan pelit, tetapi irit.

8)    Beranikan Nyicil Investasi. Walau masih muda, beranikan diri cicil investasi. Buat yang laki-laki mungkin mulai pikirkan cicil KPR atau KPA biar melatih tanggungjawab. Nah, kalau buat wanita, bisa latihan cicil emas, atau investasi di reksadana.

9)    Sisihkan untuk Orang Tua. Walaupun kecil, beri sesuatu untuk papi mami kita untuk membuktikan bahwa anak manisnya kini sudah mandiri. Bukan melihat niali uangnya, tetapi niat tulusnya.

10) Sedekah. Ingat, di dalam harta kita ada hak milik orang lain. Sumbanglah ke fakir miskin, rumah ibadah, atau untuk kegiatan sosial. Sedekah itu hebat dan membuat kita menjadi lebih menghargai uang.

 

Keterangan:

– Tips ini bisa berjalan baik dengan kreativitas, kerja keras, ketekunan, doa, dan pantang menyerah.

M. Setiawan Kusmulyono

Add comment

Translate »