Cerita Prasmul

Ruang Inovasi Hadirkan Warna Baru Dunia Marketing Kosmetik – Alumni Success Story Ingga Gloriana

“Untuk menjadi bermanfaat, kita nggak harus ada di perusahaan besar, atau jadi pemain lama di industri. Yang penting selama berkarya, kontribusi apa yang kita hasilkan terhadap organisasi dimana kita berada.”

Ingga Gloriana, General Marketing Manager Mustika Ratu

Mengulik perjalanan karier Ingga Gloriana, ukiran prestasi seputar marketing seolah tampak dengan jelas. Bukan sebuah target yang sejak awal dikejar, prestasi tersebut adalah bukti kerja keras Ingga dalam setiap perusahaan yang pernah dipegangnya, dengan satu resep rahasia, yaitu inovasi.

Pilihan Membangkitkan Passion yang Terkubur

Meski mempunyai passion di bidang beauty sejak SMA, siapa sangka perjalanan mengejar karier penerima penghargaan Best Innovation in Marketing 2014 ini bermula dari pendidikan teknik dan kimia yang diampunya sekaligus di dua tempat yang berbeda. Namun, selang beberapa tahun setelah kelulusannya, krisis memaksa Ingga untuk banting stir ke bidang marketing, yang diawalinya lewat pendidikan bisnis di MM Regular Prasetiya Mulya

Sempat menjadi panitia dalam kegiatan Career Day, kesempatan Ingga bertemu dengan berbagai perwakilan perusahaan, salah satunya Martha Tilaar menjadi permulaan mengejar mimpinya berkarier sebagai marketer. “Saat itu, passion SMA saya kembali muncul dan saya punya target, ingin berkarier di perusahaan fashion and beauty.” 

Gagasan Marketing yang Tak Terbatas  

Setelah lulus, belum tersedianya lowongan di perusahaan impian tidak membuat Ingga kehilangan akal. Ingga mencoba berkarir di berbagai perusahaan kecantikan dan fashion, yang justru menjadi napak tilas Ingga dalam menciptakan inovasi di berbagai perusahaan tempatnya berkarya. Salah satunya tampak dari produk inovasi, Sariayu Whitening Series yang memperoleh Golden IBBA (Indonesia Best Brand Award).

Ingga menjadi salah satu yang memperoleh Penghargaan Indonesia’s Woman Leaders dalam CMO Asia & World Brand Congress.

“Saat itu, saya lihat pasar whitening sedang bagus-bagusnya. Akhirnya berani ambil kesempatan, pertama kali saya launch produk whitening, tapi dengan positioning putih langsat, putihnya orang Indonesia, agar dapat bersaing,” ujar Ingga. “Dan sampai sekarang penjualan masih bagus dan produk di accept walau sudah renew package dan komunikasinya.”

Tak hanya itu, kapabilitas Ingga dalam menciptakan inovasi seolah ditorehkannya melalui berbagai produk dan growth, seperti cerita menjadikan make up yang semula produk sampingan menjadi door open product di Sophie Martin, serta menciptakan Avon Color Special Edition Lipsticks dengan penjualan rata-rata 150.000 unit per bulan hingga memperoleh  National Satisfaction Award.

Inovasi berarti mengubah ide menjadi action yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dengan a lot of trials. Itulah mengapa, seorang inovator perlu terus menyerap pengetahuan dari pasar dan membaca tren, agar masa inkubasi semakin lebih cepat dilalui.

Ketika ditanya seputar tips, Ingga mengaku bahwa kontribusi yang dilakukan itu adalah untuk memberikan manfaat, sebagaimana prinsip hidup yang diyakininya. “Inginnya seperti pohon saja, selalu growing, akarnya tambah kuat, berbunga, berbuah dan memberikan manfaat untuk sekitar,” ujar Ingga.

Seolah cerita yang belum usai, perjalanan marketer di tengah wabah COVID-19 membuat General Marketing Manager Mustika Ratu ini kembali menghadirkan inovasi lini produk baru, seperti hand sanitizer yang tetap memiliki beauty benefit, yakni tidak membuat tangan kering, serta Jejamu, transformasi jamu biasa menjadi jamu latte dengan rasa menarik, guna menggaet target milenial.

Kemampuan Berinovasi yang Semakin Teruji

Bersama Ingga, Mustika Ratu meluncurkan Paket Merdeka Beauty Queen Makeup Transformation.

Menghadapi hantaman pandemi, Ingga sudah tahu bahwa saat inilah kemampuan berinovasi dan beradaptasi yang paling diuji. Sembari terus menghasilkan karya, Ingga mengaku bahwa bagaimanapun, inovasi tetap perlu memperhatikan waktu dan realitas. “Kita punya suatu ide, ada yang bisa direalisasikan, ada yang nggak. Kadang kita mau sesuatu yang perfect, tapi kalau misal nggak keburu ya, oke kita harus bisa cari jalan tengahnya.”

Hendak berbagi seputar inovasi, menjalani profesi marketer, Ingga mengaku proses menciptakan inovasi harus diawali dengan melihat market trend. Semakin banyak melihat situasi pasar, baik luar dan dalam negeri, semakin kita mengerti kebutuhan dan keinginan konsumen. Selain itu, tak hanya produk, inovasi juga perlu dilakukan dari komunikasi, seputar bagaimana menyampaikan keunikan dan manfaat produk kita dengan cara yang dapat diterima konsumen. 

We may don’t know. But if we don’t try, we will never know the result.

Meski beragam ide dan tips seputar berinovasi telah dibagikan, satu yang pasti bagi Ingga adalah inovasi yang berhasil hanyalah inovasi yang berani dimulai.

Gabriela Junisa Lasse

Gabriela Junisa Lasse

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »