Cerita Prasmul

Prasmul Featured on Kompas (23 & 25 April 2014 Edition)

IMG_0001

KEWIRASWASTAAN

Pendampingan Jamin Keberlangsungan

JAKARTA, KOMPAS – Pendampingan yang intensif dan berkelanjutan diyakini akan menjamin keberlangsungan bisnis calon wiraswasta binaan. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci terciptanya pelaku usaha tangguh.

Demikian mengemuka pada acara Media Gathering 2014 Prasetiya Mulya yang mengusung tema Social Entrepreneurship di Jakarta, Selasa (22/4).

Menurut Koordinator Entrepreneurship Development Center Prasetiya Mulya M Setiawan Kusmulyono, pendampingan bagi mitra binaan tidak berhenti begitu selesainya program pengembangan komunitas yang dijalankan kelompok mahasiswa.

”Program ini merevitalisasi kuliah kerja nyata sehingga tidak lagi ada pola lepas tinggal. Mitra yang bersemangat terus didampingi hingga usahanya kian maju,” katanya.

Pengembangan kapasitas ditempuh dengan meningkatkan kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan binaan dalam berusaha. Dalam hal ini termasuk pengetahuan menyangkut pentingnya pembukuan agar modal usaha tidak tercampur dengan uang pribadi dan pengemasan produk.

Langkah ini selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan perekonomian binaan. Selain itu, warga pun diajak mengembangkan kelembagaan, misalnya melalui koperasi.

”Dengan demikian, kalau mendapat pesanan dalam jumlah besar, misalnya, mereka dapat bekerja sama,” katanya.

Ia menuturkan, program pengembangan komunitas yang dilakukan Prasetiya Mulya bersama mahasiswanya tidak memberikan bantuan uang secara tunai.

”Nilainya untuk tiap mitra sekitar Rp 2 juta. Namun, itu diberikan untuk investasi dan modal kerja, misalnya melengkapi peralatan kerja,” ujarnya.

Rini Sumiarsih, mitra binaan asal Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menuturkan, usaha produksi keripik talasnya naik 10 kali lipat setelah mendapatkan pendampingan dari para mahasiswa peserta pengembangan komunitas.

”Dulu kami hanya memproduksi 20 bal berisi 400 bungkus keripik talas per minggu. Setelah mahasiswa datang, produksi kami sudah 200 bal per minggu,” ujar Rini.

Lis Maesaroh, mitra binaan lainnya, menuturkan, pendampingan mahasiswa yang tinggal di desanya selama program pengembangan komunitas menyemangatinya aktif memasarkan produk ke ratusan toko dan warung sehingga meningkatkan penjualan. (CAS)

 

 IMG_0002

 

 

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »