Cerita Prasmul

Menjelajah di Dunia Bisnis yang Luas – Ivano Wijaya

Ada seorang anak yang meminati dunia bisnis sejak kecil, memulai dari modal nekat berdagang mainan ke teman-temannya, hingga hari ini berhasil menduduki Head Office BMW Astra, siapakah sosok tersebut? Simak perjalanan Ivano Wijaya, Prasmulyan 2016 dalam petualangan menelusuri minatnya, hingga ke jenjang karier.

Petualangan Dunia Bisnis: Diawali dari Jualan Kartu Animal Kaiser

Ivano Wijaya, Alumni S1 Bisnis 2017

Segala sesuatu pasti dimulai dari garis start, tidak terkecuali alumni S1 Business satu ini. Keputusan Ivano untuk kuliah bisnis bukan muncul tanpa alasan. Game ‘Animal Kaiser’ menjadi sesuatu yang membuka pandangan Ivano dalam kesempatan berjualan.

“Dulu zaman SD, waktu itu sempat jual kartu Animal Kaiser, yang buat main di Timezone atau Amazone gitu. Kan, ada kartu yang butuh barcode. Nah, aku lihat animal yang sifatnya rare, terus aku download, print, dan jual.  Ternyata laku, meskipun itu nggak berlangsung lama dan dulu aku nggak paham kalau itu ilegal,” kisah Ivano, yang hobi mengasah ilmu marketing di Instagramnya

Momen itulah yang mendorong fotografer freelancer ini untuk mengenyam pendidikan tinggi di dunia bisnis. Ditambah juga teman-teman SMA yang banyak memilih jalur serupa di Prasmul, sang lulusan SMA BPK Penabur 5 semakin mantap menjalani pilihannya.

Si Bolang, Bocah Petualang: Menjajaki Dunia yang Lebih Luas 

Ivano bekerja di BMW sebagai Strategic Planning

Meskipun berkuliah jurusan bisnis, sang penyuka film ini malah berkutat di bidang corporate planning di BMW Astra Indonesia. Ketika ditanya adakah perbedaan pengalaman, Ivano yang dulunya merupakan jurusan IPA saat SMA menjawab, “Jobdesc utamanya nyiapin presentasi, reporting ke Astra International maupun ke BMW Indonesia.” Tidak berhenti sampai sekadar presenting dan reporting saja, Ivano juga punya tanggung jawab lain, sebut saja menyiapkan bahan meeting dan menghadiri janji temu reguler ataupun eventual meeting.

Berkelana di dunia yang luas juga memberikan kesempatan bersentuhan dengan bidang lain di BMW, karena ia juga harus berkoordinasi dan mengkoordinasi dengan departemen lain seperti finance atau marketing. Di sinilah kerja keras dan wawasan yang didapat selama Ivano berkuliah mengambil peran. 

Namun percaya atau tidak, ekspertisasi Ivano dalam bidang marketing tidak dimulai dari passion, tetapi dari survival instinct dan habit. Awal mula ceritanya bisa ditarik kembali ke mata kuliah Business Creation. “Sebelum SMA, gue orangnya lumayan demam panggung, nggak pede juga, tapi karena kuliah, Business Creation terutama, itu presentasinya banyak banget. Dari situ gue jadi terbiasa untuk ngomong di depan umum,” sebut Ivano yang juga meminati dasar psikologi dan estetika visual.

“Sebenernya dulu kebetulan dapetnya marketing, nggak sengaja karena jobdesc lain sudah diambil teman sekelompok. Tapi, lama-lama, seiring berjalannya waktu gue merasa marketing ini seru! Karena kita mencoba masuk ke benak konsumen, mencari tahu value apa yang konsumen mau dari produk atau jasa yang ditawarkan.” – Ivano Wijaya

Communication isn’t about Public Speaking 

“Banyak orang yang bilang komunikasi yang bagus itu ketika bisa berbicara di depan umum, padahal nyatanya nggak—komunikasi antarpersonal juga tidak kalah penting,” pendiri bisnis susu kedelai Zoyu ini menekankan.

“Seperti memposisikan diri ketika berbicara dengan orang lain, sama rekan kerja, ataupun bos. Itu pasti beda. Karakter orang akan tercermin dari bagaimana ia berkomunikasi.” 

Akhir kata,  pemuda yang juga mendirikan bisnis food and beverage, Sookoon ini juga berpesan bagi Prasmulyan yang masih menempuh pendidikan untuk tidak takut menjelajahi wawasan seluas-luasnya, bahkan ketika bidang itu bukan sesuatu yang kamu sukai.

“Intinya sih jangan sekali-sekali meremehkan kata ‘ilmu’, dan bangun koneksi, cari teman sebanyak mungkin, karena pasti akan berguna di dunia kerja, ataupun berbisnis.”

Ivano Wijaya

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »