Cerita Prasmul

Mahasiswa Prasetiya Mulya Bantu UMKM Menuju Peralihan Digital

Community Development (Comdev), program wajib pengabdian pada masyarakat, merupakan kesempatan bagi mahasiswa semester 6 Universitas Prasetiya Mulya untuk memberikan impact di dunia nyata. Berbeda dari sebelumnya, peserta Comdev 2021, yang terdiri dari mahasiswa dan mitra UMKM, berhadapan dengan tantangan spesifik yakni imbas pandemi. Peralihan digital pun menjadi fokus yang dicanangkan demi keberlangsungan dan kesuksesan UMKM.

Hal tersebut disampaikan dalam Pelepasan Community Development 2021 pada 29 Januari lalu, di mana 1.258 Prasmulyan dan 158 mitra UMKM dari berbagai daerah resmi memulai kolaborasi mereka. Dihadiri oleh para Faculty Member Prasmul, petinggi daerah, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, upacara online ini juga menekankan pentingnya pelaksanaan Comdev, khususnya di masa pandemi.

Peran UMKM pada Akselerasi Ekonomi

“60% ekonomi kita bersandar pada UMKM,” ungkap Pak Sandi, yang saat itu sedang bertugas di Bali. “Sedangkan 97% lapangan pekerjaan dikontribusikan oleh UMKM. Kami memberikan prioritas pada pengembangan kewirausahaan, terutama di pariwisata dan 17 sektor ekonomi kreatif.”

Pak Sandi memaparkan bahwa untuk mengakselerasi perkembangan ekonomi Indonesia, kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat menjadi penting untuk menciptakan manfaat berkelanjutan. “Ekonomi kreatif bertumpu pada manusia; para pelakunya,” tekannya. “Kita punya tanggung jawab besar agar sumber daya bisa dikonversi dan tidak degradasi setiap tahun. Knowledge adalah aset utama.”

“Memang ada pemerintah untuk mendukung pengembangan ekonomi Indonesia dan membawa keluar dari pandemi. Tapi di sini, mahasiswa merupakan aktor utamanya.”

Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 

Meski demikian, penggerak ekonomi seperti UMKM dan pariwisata terpaksa harus mundur beberapa langkah selama satu tahun terakhir ini. Pak Tatang, selaku Perwakilan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan, menyampaikan bahwa dampak musibah pandemi dirasakan oleh seluruh sektor, dan menghantam keras para pelaku UMKM.

“Dengan adanya pembatasan sosial, pemasaran pun jadi sulit,” katanya. “Omset turun, banyak produk gagal dijual, beberapa sampai kadaluarsa. Masih banyak UMKM yang pasarnya konvensional.”

Mitra UMKM Ingin Melakukan Peralihan Digital

Kang Aris sudah tiga tahun menjadi mitra UMKM dalam program Comdev Prasmul.

Dengan kondisi yang unik ini, Comdev 2021 menjadi wadah yang tepat untuk membantu para UMKM bangkit kembali dan beradaptasi. Kang Aris, Founder Bambang Family Dairy yang telah menjadi mitra Comdev selama tiga tahun berturut-turut, mengaku bahwa pandemi telah menghambat kegiatan operasionalnya. Tapi di sisi lain, ia menyadari bahwa ini merupakan kesempatan yang terselubung, karena dalam keadaan apapun, sebuah bisnis harus berkembang seiring zaman dan teknologi.

“Kita harus banyak belajar digital marketing,” terangnya. “Kita harus terbiasa dengan teknologi dan menjalankannya agar usaha kita terus berjalan dengan baik. Saya harap dalam Comdev kali ini, dengan bantuan anak-anak Prasmul, peralihan digital dapat diaplikasikan oleh UMKM.” 

Dalam membantu mitra mengenal teknologi, banyak cara yang saya dan kelompok lakukan. Misalnya mengenalkan mereka pada online marketplace, serta membuat aplikasi dan rumus ekonomi yang sederhana untuk mengatur keuangan mitra.”

Altion – Mahasiswa S1 Renewable Energy Engineering 2018

Tidak bisa bertemu secara langsung, kali ini Kang Aris beserta mitra lainnya harus berinteraksi dengan Prasmulyan secara online. Namun berkat pengalaman positif, Kang Aris menyemangati para mitra, terutama yang pertama kali mengikuti Comdev, untuk terbuka dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Kang Aris sendiri telah mencapai perkembangan signifikan bersama Comdev dan kini memiliki rencana untuk membangun pabrik. 

“Kami para mitra telah belajar banyak dari mahasiswa,” Kang Aris menceritakan. “Mereka seperti keluarga yang memberikan bimbingan tentang cara menjalankan bisnis yang baik. Ini merupakan pengalaman saya yang ketiga kali. Ilmu dan wawasan yang mereka bawa memang luar biasa.”

Menciptakan Pengusaha yang Tahan Banting

Berkooperasi dengan berbagai daerah, mulai dari Bandung, Depok, Kuningan, hingga Cianjur, Comdev 2021 beraspirasi bukan hanya untuk membangkitkan kembali usaha masyarakat dan pariwisata, tapi juga menorehkan semangat serta harapan di masa yang sulit ini. 

Meskipun harus berjalan secara online, Prasmul yakin bahwa Comdev 2021 tetap akan memberikan pengalaman timbal-balik yang sama bagi mahasiswa dan mitra.

“Kita harus mencari tahu bagaimana agar di tengah pandemi, para pengusaha UMKM bisa menjadi sumber inovasi, semakin kreatif, dan tahan banting,” tutur Dr. Deni Hamdani, M. Si, Asisten Daerah Kuningan Jawa Barat. 

Pak Sandi merampungkan, “Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Jangan menunggu masa depan. Jemputlah rezeki kita.”

Avatar

Sky Drupadi

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »