Cerita Prasmul

Komunitas Impactful Untuk Prasmulyan dan Masyarakat – Success Story Tutorku

Selain belajar, tantangan lain yang dihadapi mahasiswa adalah menemukan pembimbing yang dapat memaksimalkan opportunities selama berkuliah. Bagi mahasiswa dan mahasiswi Prasmul yang akrab disebut Prasmulyan, tempat itu adalah Tutorku. Didirikan oleh Yosephine Devina (S1 Branding 2016) dan Julio Irawan (S1 Business 2015) pada 2017, organisasi berbasis komunitas ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi Prasmulyan. Simak kisah Tutorku!

Diawali Dengan Konsep “Bisnis” Sederhana

Kedua Founder Tutorku
Awalnya, Julio dan Devina merintis Tutorku hanya sebagai jasa tutoring untuk Prasmulyan.

Ketika sedang menjalankan tahun kedua berkuliah, Devina menawarkan jasa tutoring pada group chat angkatannya. Tidak disangka ternyata aksi sederhana tersebut merupakan halaman pertama dalam kisah perintisan Tutorku. Menerima banyak peminat, sosok yang kini menjabat sebagai Key Account Manager di Practer & Gamble tersebut mengaku tidak mampu mengakomodasi demand yang begitu tinggi. 

“Aku akhirnya ajak Julio untuk bikin Tutorku,” dia menceritakan. “Kemudian, kami mulai menambah tutor untuk menampung permintaan para murid. Waktu itu Julio handle finance dan operations, sedangkan aku bagian marketing, human resources, dan materi. Sampai akhirnya, pada tahun 2019, kami merekrut management team.

Saat ini, Tutorku memiliki lebih dari 40 tutor aktif, 5000 murid, dan 9 anggota management team. Semuanya merupakan Prasmulyan dari beragam jurusan dan angkatan. Karena itu, pengalaman tutoring yang disajikan dan dirancang khusus bagi Prasmulyan. Dengan mengutus Master Tutor untuk setiap mata kuliah, seluruh materi dipastikan sesuai dan ter-update dengan kurikulum yang sedang berjalan.

“Kami ada standardized quality,” ungkap Julio. “Semua kelas ada basic procedure agar experience antara tutor A dan B sama rata. Selama online ini juga, kami mewajibkan setiap tutor menggunakan drawing pad agar proses mengajar lebih enak. Pastinya, kami support mereka untuk teknis ini.”

Beralih Menjadi Komunitas 

Melalui ajang pertemuan serta internal sharing session dengan tutor dan murid, Devina dan Julio menyaksikan sebuah circle mulai terbentuk secara perlahan. Para Prasmulyan tampak senang memiliki wadah untuk berinteraksi dan bertukar ilmu dengan alumni, senior, serta teman seangkatan yang berpengalaman. Untuk menaungi fenomena tersebut, kedua Founder meresmikan Tutorku Community. 

Benefit yang didapatkan para member adalah Peer-to-Peer Mentoring,” Devina menjelaskan. “Mereka bisa request mentor yang diinginkan sesuai kebutuhan, misalnya berdasarkan mata kuliah, passion, atau kompetisi yang akan diikuti.”

Berada dalam lingkungan yang suportif dan penuh achievers, para member pun dapat saling bertukar ilmu dan resources, mulai dari informasi internship atau dunia kerja, hingga mencari partner lomba dan rekan bisnis. Melalui knowledge sharing, mereka akan memahami what, why, dan how dari segala opsi yang diberikan saat masa kuliah.

Begini cara bergabung di Tutorku Community!

“Kami ingin membuka wawasan member tentang kesempatan yang bisa didapatkan selama berkuliah di Prasmul, baik di luar maupun dalam kampus,” Julio menerangkan.

Dari Prasmulyan, Untuk Prasmulyan, dan Untuk Masyarakat

Salah satu kegiatan sosial Tutorku adalah penggalangan dana untuk frontliners yang berjuang di masa pandemi.

Sejak keduanya lulus dari Prasmul, Devina dan Julio memutuskan untuk mempromosikan salah satu anggota management team, Verren, sebagai CEO. Namun tidak lepas tangan, keduanya tetap berperan sebagai advisor dan memantau jalannya Tutorku. Devina dan Julio menyatakan bahwa management team akan terus regenerasi guna mendorong pertumbuhan komunitas.

“Kami memang nggak mengincar profit,” papar Julio. “Seluruh pemasukan dari learning platform dialokasikan untuk pengembangan komunitas, seperti peningkatan kualitas website, event, dan materi pengajaran. Salah satu yang ada di future development adalah digital marketing coaching, yaitu untuk bantu mendukung bisnis Prasmulyan agar pemasaran tidak lewat IG aja.

Bukan hanya itu, pemasukan Tutorku juga disalurkan untuk kegiatan sosial. Terinspirasi dari mata kuliah Community Development I yang mewajibkan Prasmulyan mengabdi di organisasi sosial selama 22 jam, tim Tutorku secara rutin mengunjungi Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Para member Tutorku Community pun turut terlibat dengan menyumbangkan uang, makanan, dan pakaian. 

Tim Tutorku secara rutin mengunjungi Yayasan Sayap Ibu Bintaro.

“Kami nggak mau jadi marketplace. Melihat banyaknya Prasmulyan yang berpotensi, kami merasa bisa menciptakan impact yang lebih besar di sini,” rampung Devina.


Kunjungi Tutorku:

Website

Instagram

Avatar

Sky Drupadi

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »