Cerita Prasmul

CREATIFEST: Belajar Cara Bertahan dan Menjalankan Business Plan!

Setelah dua tahun menggelar panggung dan medan virtual, CREATIFEST 2022 kembali dengan konsep hybrid. Membawa tema “Rise and Thrive”, acara tahunan ini menghadirkan rangkaian aktivitas selama tiga hari dan mengundang Prasmulyan untuk memanfaatkan produktivitas sebagai lahan untuk berinovasi. Yuk, kita kilas balik momen-momen asyik CREATIFEST!

New Beginning, New Concept of Event, New Entrepreneur Opportunities

Diadakan pada 22-24 Juli 2022 lalu, acara yang diselenggarakan mahasiswa S1 Business ini memadukan kemudahan virtual reality dan keseruan acara live on spot. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pendatang bisa mengakses venue bazar CREATIFEST 2022 melalui website Creatifest.id dan bahkan bisa memilih avatar untuk mengunjungi 42 penjaja produk dan jasa yang berpartisipasi.

Ajang unjuk kreativitas Prasmulyan ini dibuka dengan sejumlah live product review makanan dan produk skincare yang dibawakan oleh sejumlah nama-nama tersohor seperti Andy Garcia, Degan Septoadji, Jane Abigail, dan Devy Anastasia. Tidak ketinggalan, ada juga pottery workshop yang bisa diikuti lewat kanal YouTube CREATIFEST.

Kreativitas tanpa Batas di Pandemi? Bisa!

Creatifest 2022 versi “offline” di Mall of Indonesia

Namun acara baru betul-betul “memanas”  pada hari kedua, Sabtu (23/7), karena pada saat itulah acara luring atau offline dimulai di Mall of Indonesia (MOI), Jakarta.

Setelah dibuka oleh Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga lagu Don’t Stop Me Now yang dibawakan oleh SAC Svara, babak kedua pun dimulai. Diberikan tajuk klimaks, berbagai macam cerita pewujudan ide-ide bisnis yang kreatif saat pandemi yang tentunya tidak mudah menjadi sorotan utama.

Daffa Leonard dan Zakari Danubrata menjadi dua sosok yang membagi cerita mereka lewat acara talkshow. Kedua lelaki ini sama-sama sedang menjalankan lebih dari satu bisnis. Bagaimana sih awal dari inisiatif mereka?

“Dulu kan mau lulus kuliah nih, gue juga mikirnya takut aja nggak berpenghasilan apalagi suka hangout. Di masa itu pandemi juga, dan saat itu gue mutusin harus punya sesuatu. Nah, gue bangun Gulungan Aja,” ujar Daffa yang juga merupakan Co-founder Mantrakita. “Ternyata bangun bisnis F&B nggak semudah yang gue bayangkan.”

Lantas, apa yang bisa dikembangkan ketika terjun di bisnis yang persaingannya luas? Untuk melengkapi pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama sesi talkshow, Zakari menambahkan,

Menurut gue, kita nggak bisa menguasai semua bidang. Ketika bingung, ya kita cari partner. Lebih baik nambah kepala dan hasil seratus, ketimbang teman sendiri tapi dapet lima puluh. Menurut gue cari orang yang tepat dan belajar lintas industri.

Zakari Danubrata,
Owner of Bruule, Band Member of Mantra Vutura, Alumni S1 Prasmul Business 2015

Kesempatan untuk Berkembang akan Selalu Ada Untukmu

Tahukah kamu? Menjadi Prasmulyan, berarti punya banyak kesempatan untuk unjuk kemampuan dalam berinovasi! Inilah yang ingin dicapai oleh CREATIFEST, supaya mereka yang mengikuti mata kuliah Business Development mencicipi realita membangun sebuah usaha dan merasakan secara langsung proses pengembangan produk hingga berupa prototipe. 

Ide bisnis mahasiswa semester 2 dalam mata kuliah “Analytical and Creative Thinking”

Pada puncak acara CREATIFEST 2022, buah kerja keras mereka akan terbayar melalui Awarding Night. Prasmulyan semester 2 dan 4 yang temuannya berkesan mendalam mendapatkan penghargaan.

“Seru, penuh tantangan, dan tegang. Saya dapat pembelajaran dari segi marketing, operasional, dan keuangan, juga semakin semangat karena mendapat dukungan yang cukup baik,” Garren Jonathan, S1 Business 2020, menyampaikan kesan pesannya tentang Creatifest 2022.

Jadi, siapkah kamu menjadi pebisnis muda yang andal? Rasakan langsung praktik bisnis nyata dengan ekosistem perkuliahan yang memadai di Universitas Prasetiya Mulya!

Add comment

Translate:

About Us

About Us

Our Main Website

Our Main Website
Translate »