FACULTY MEMBER

Traditional Marketing atau Digital Marketing, Mana Yang Lebih Penting?

oleh: Fredy Utama, MM Manajer Program Studi S1 Branding Prasetiya Mulya Ada seorang sahabat yang bertanya kepada saya, menurut buku yang ia baca, digital marketing adalah ‘obat sakti’ yang dapat meningkatkan performance perusahaan. Tapi nyatanya, setelah menjalankan SEO (Search Engine Optimization), SEM (Search Engine Marketing), melakukan kampanye di media sosial serta banyak kegiatan digital marketing lainnya, ia merasa …

Belajar Kreatif Dari Pengalaman Masa Kecil | FM Article

  Oleh M. Setiawan Kusmulyono Ketua Program Studi S1 Business Universitas Prasetiya Mulya “Kok kalau mau kreatif harus jadi anak kecil?” “Kenapa?“ “Nanti malah kelihatan childish (kekanakan)” “Ga mau ah…” Eitss.. jangan salah paham dulu dengan makna di atas. Coba kita nostalgia sejenak. Kembalikan pikiran kalian ketika zaman kecil dulu, yuk!. Hampir semua anak kecil …

Jangan Takut, Kreativitas Bukan Keturunan! | FM Article

Oleh M. Setiawan Kusmulyono Ketua Program Studi S1 Business Universitas Prasetiya Mulya “Berbeda dari IQ yang ditentukan oleh faktor genetika. Dengan nyali, kreativitas bisa digali!” Kalau kita berbicara mengenai topik kreativitas, sebagian besar dahi orang-orang akan mulai berkerut. Mereka takut karena bagi mereka, kreativitas itu memang menakutkan. Mereka merasa tidak kreatif dan pada akhirnya lebih banyak …

Riset Gabungan Faculty Member Prasmul bersama CSIS Indonesia

Ditulis Oleh: Nitolonia Fernando Lifao Waruwu (Nito Waruwu) Mahasiswa S1 Branding – 2015 Menjadi mahasiswa dalam mata kuliah Business Mathematics membawa saya mengenal salah satu faculty member mata kuliah tersebut, yaitu Ibu Isti Budhi Setiawati. Sejak itu, tak jarang kami bertukar pikiran dan berdiskusi, baik untuk keperluan tugas kampus maupun penulisan artikel yang berkaitan dengan …

Mendobrak Tantangan Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia

Oleh Donil Beywiyarno Faculty Member S1 Branding – Universitas Prasetiya Mulya Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, mungkin masyarakat Indonesia lah yang paling tidak “melek” finansial. Dengan kata lain, tidak memiliki pengetahuan mengenai produk serta institusi keuangan. Survei terbaru dari MasterCard Financial Literacy Index  menunjukkan bahwa Indonesia hanya memperoleh skor pengetahuan keuangan sebesar 61, di bawah negara-negara …

The Brink, Menjembatani Pecandu Alkohol Menjadi Lebih Produktif (Liputan Sociopreneurship dari UK Part 3)

Liputan UK Social Enterprise & Higher Education Visit November 2016 Oleh M. Setiawan Kusmulyono Dosen S1 School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya   Pasca briefing dan penjelasan mengenai Liverpool Social Enterprise Network, kami kemudian bersiap menuju The Brink, salah satu social enterprise yang berada di Liverpool yang memiliki kepedulian terhadap pecandu alkohol. Dengan …

Apakah Meneliti itu Penting Buat Menjalankan Bisnis?

Artikel oleh M Setiawan Kusmulyono (Kelly) Dosen School of Business Universitas Prasetiya Mulya     Seringkali muncul pertanyaan, kalau kita ingin menjalankan bisnis, apakah kita perlu melakukan penelitian? Sebagian rekan-rekan yang sudah menjalankan bisnis, merasa bahwa melakukan penelitian itu akan buang-buang waktu. Selain manfaat yang diperoleh tidak dapat dirasakan secara langsung, meneliti itu juga dianggap …

Mau tahu cara untuk jago Liat Peluang Usaha?

Oleh M Setiawan Kusmulyono Dosen S1 Bisnis Universitas Prasetiya Mulya   Kemampuan kita untuk melihat peluang bisnis merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan kita dalam mengembangkan usaha. Kemampuan ini sering dianggap orang sebagai sesuatu yang sifatnya mukjizat, atau hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Apakah itu benar? Benar-benar salah menurut pendapat saya. Peluang usaha itu …

Fenomena “GIG ECONOMY”

Fenomena “GIG ECONOMY” Oleh Isti Budhi Setiawati Dosen S1 Business Economics Universitas Prasetiya Mulya  Beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan fenomena access economy atau yang lebih dikenal dengan sharing economy. Walaupun di Indonesia keberadaan sharing economy sudah cukup lama (Toko Bagus, Kaskus, dan Nebengers merupakan beberapa contohnya), namun belum terlalu banyak masyarakat yang familiar dengan …