Ajie Nugroho, Alumnus S1 Prasmul Yang Sukses Jalani Dual Profesi | Alumni Success Story

“Ketika kalian bermimpi untuk jadi entrepreneur, pegang terus mimpi itu, meski mungkin jalannya tidak langsung. Terus belajar dari banyak orang dan kumpulkan ilmunya. Karena bukan tak mungkin, ilmu itulah yang akan berguna bagi bisnis kalian suatu saat nanti. – Mukti Ajie Nugroho”

Kali ini, ceritaprasmul.com punya kisah inspiratif dari Mukti Ajie Nugroho, Alumnus S1 Business Prasetiya Mulya angkatan 2008, yang sukses taklukan profesi ganda-nya. Ketika Prasmulyan punya kesempatan untuk jalani peran sebagai pengusaha atau pekerja profesional, kira-kira akan pilih yang mana? Bagi Ajie sendiri, memilih bukan jawaban. Alumnus Prasmul yang satu ini lebih tertantang ketika ia bisa menjalankan keduanya secara bersamaan.

Tak sia-siakan kemampuan         

Pebisnis yang satu ini tumbuh dengan prestasi akademik yang mengesankan, Lulus dari SMA Negeri 70 Jakarta dengan jurusan IPA, Ajie lantas masuk Prasmul dengan jurusan yang sesuai dengan citanya yaitu S1 Business. Setelah mendapat gelar S1-nya, pada tahun 2014, alumnus yang satu ini lantas menempuh pendidikan pascasarjana di Bournemouth University – Inggris, dengan konsentrasi International Business Finance.

Dengan totalitas, Ajie nampak tak mau menyia-nyiakan modal akademik yang sudah ia peroleh. “Gue senang membuat pikiran gue tidak terkotak-kotakan, mungkin itu yang membuat gue berani mengeksplor banyak hal, termasuk jalanin bisnis sambil kerja kantoran,” ujarnya.

Branché Bistro, Senopati – Jakarta Selatan

Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran 1990 ini didaulat sebagai Equity Analyst di salah satu perusahaan finansial di Indonesia. Disaat yang bersamaan, ia juga menjabat sebagai Founder Branché Bistro. “Sebelumnya gue sempat fokus membesarkan bisnis, tapi akhirnya hampir setahun belakangan ini, gue menjalani 2 kehidupan. Pagi kerja kantoran, malam-nya fokus untuk jalani bisnis kuliner, Branché Bistro di Senopati,” kisahnya.

Sulit bukan berarti tak bisa dijalani. Meski sempat terseok pada 6 bulan pertama bekerja, kini ia mulai bisa membagi waktu antara keduanya. Ajie memaparkan “ Dari 7 pemegang saham yang ada, 3 diantaranya aktif urusin Branché, termasuk gue. Setelah hampir 2 tahun berdiri, Branche sudah dijalankan secara sistematis, mulai dari manajemen waktu untuk meeting hingga report para manajer, jadi beban tanggung jawab lumayan bisa dibagi.”

Ia tidak mungkin sejauh ini jika tanpa passion yang kuat. Menjadi seorang entrepreneur adalah angannya sejak kelas 2 SMA.Tak tanggung-tanggung, Ajie sudah menentukan standar yang tinggi dalam tujuan bisnisnya, yaitu ingin membangun sebuah korporasi. Untuk itu, ia merasa perlu memperkaya diri dengan banyak ilmu, termasuk terjun langsung ke perusahaan. “Menurut gue pribadi, pebisnis itu harus tetap tahu rasanya kerja sama orang lain. Dengan kerja di kantor, gue belajar memahami peran gue sebagai karyawan, apa saja hal yang membuat karyawan termotivasi, dan gimana leadership yang baik dimata karyawan. Poin kedua, gue bercita-cita punya perusahaan besar dengan ratusan karyawan, sistem kerja yang gue pelajari di kantor pasti akan jadi bekal berharga untuk kehidupan bisnis gue kedepannya,” ungkapnya antusias.

Perjalanan bisnis

Wakil II Abnon Jakarta Selatan tahun 2010 ini mulai belajar bisnis ketika ia menginjak kelas 2 SMA. Diiringi guyonan, ia mengatakan “Mungkin lebih tepat kalau disebut belajar dagang kali ya. Dagangan pertama gue itu parfum ukuran pulpen. Gue iseng jual ke teman-teman perempuan, kan biasanya anak SMA pengin banget tampil wangi tanpa harus ribet bawa botolan. Ternyata laris banget sampai yang cowo juga tertarik.Ibaratnya 1 orang beli 8 parfum sekaligus, mungkin untuk stok seminggu.”

 

Reverse, produk karya Ajie dan tim dalam mata kuliah Business Creation
Reverse memenangkan top 3 dalam ajang Business Creation

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menempuh pendidikan bisnis di Prasmul, ilmu dan pengalaman bisnis Ajie lebih terbuka lebar. Di tahun 2009, Ajie dan ketiga temannya meluncurkan bisnis fesyen dengan produk yang dapat dipakai di kedua sisinya (reversible), sekaligus sebagai projek mata kuliah Business Creation, yaitu Reverse. Bisnis ini berhasil terpilih sebagai Top 3 dalam ajang Business Creation.

Di Agustus 2015, lahirlah Branché Bistro sebagai bisnis kuliner pertama besutan Ajie dan keenam kawannya. Branché yang berarti ‘trendi’ merupakan resto kasual bergaya Perancis dengan nuansa pop industrial, yang terletak di surga kuliner, Senopati – Jakarta Selatan. Lahirnya Branché Bistro disusul dengan Branché Box pada 2016. Ajie menuturkan “Gue mencoba mengembangkan lebih dari satu usaha. Branché Box sendiri adalah jasa katering lunch boxyang ditujukkan untuk B2B (Business to Business). Biasanya kami melayani event-event  di korporasi,” ucapnya.

Sajian makanan di Branche Bistro
Sajian makanan di Branche Bistro

 

 

 

 

 

 

 

Branche Box, salah satu lini bisnis dari Branche Bistro

Setelah berjalan dua tahun, Ajie dan tim-nya menancapkan milestone baru dengan membuka bisnis food & beverage, Dumbo, di 2017 ini “Selain jalani Branché, Gue dan teman-teman juga menyediakan semacam konsultan manajemen F&B. Di April 2017ini, jasa manajemen tersebut akan keluarin satu bisnis bernama Dumbo di Lippo Mal Karawaci, Tangerang,” jelasnya.

Tips ala Ajie

Semua pebisnis pasti punya tips sukses dalam karirnya, begitupun Ajie. Bagi teman-teman yang tertarik untuk terjun ke bisnis kuliner, alumnus Prasmul yang satu ini berpesan “ Kalau mau ikuti tren ya silahkan. Yang perlu diingat, ciptakan ciri khas bisnis kalian. Namanya industri kuliner, rasa dan kualitas harus nomor 1 karena customer-pun sudah cukup pintar, kompetitor siap siaga menampung customer kalian yang kecewa,” ia juga menekankan perlunya pengembangan ide kreatif untuk menjaring pelanggan “Branché punya beberapa gimmick, misalnya setiap Senin ada discount 40% untuk semua makanan dan minuman dari jam 8 sampai jam 10. Kami juga menyuguhkan live band hingga sensasi nonton di rooftop dalam program cinema on the rooftop, kita sediakan beanbag juga supaya makin santai,” jelasnya.

 

 

Seorang pebisnis juga harus punya karakter yang kuat. “Profesi ini bukan hanya senang-senangnya saja. Once lo jadi pebisnis, lo harus siap untuk menghadapi banyak masalah. Siapin mental untuk rugi, untuk kehilangan pegawai, tantangan seperti itu harus dihadapi dan jangan pernah takut.” ungkap Ajie.  Dengan beban kerja yang tidak ringan, seorang pebisnis juga harus memiliki hal yang dapat membuat semangat dan kreativitas tetap terjaga  Penting banget punya hobi diluar pekerjaan kita. Kalau gue, senang banget exploring alam dengan trail run. Dengan hobi lo bisa recharge your energy, refresh your mind, sehingga  pas menjalani kegiatan lagi, gue punya ide dan semangat baru.”

Berkat Prasmul

Ajie akui, banyak pelajaran berguna yang ia dapatkan dari Prasmul. Prasmul sangat berperan dalam mengembangkan critical thinking dan mental seorang pebisnis “Yang paling gue inget, pas kegiatan outbond leadership itu kita pergi ga disediain kendaraan. Alhasil harus putar otak cari uang sendiri, sewa kendaraan sendiri, supaya kita bisa pergi kesana. Poinnya adalah melatih mental sejak semester dini,” ia mengingat “ Program Community Development juga sangat berkesan, kami dididik untuk mampu bekerjasama dengan orang-orang dengan latarbelakang yang tidak sama. Itu sulit. Namun, Comdev banyak berperan untuk mengasah  kemampuan mahasiswa dan warga desa binaan.”

Mendekat ke alam, salah satu bentuk penyegaran bagi Ajie

Ajie juga mengingat, yang unik dari Prasmul menurutnya adalah materi pembelajaran yang uptodate. “Dulu pas disuruh milih mata kuliah pilihan, gue ambil Digital Marketing. Pada masanya, jarang banget kampus yang sudah menyediakan mata kuliah tersebut. Dari situ, gue istilahnya jadi tahu lebih dahulu basic knowledge digital marketing,” ungkapnya.

Sosok Mukti Ajie Nugroho – S1 Business Prasetiya Mulya

Ajie merasa, Prasmul adalah jembatan yang tepat untuk mengantarkan teman-teman lebih dekat dengan dunia bisnis. Di akhir perbincangan, Ajie juga menitip pesan bagi Prasmulyan “Ketika lo bermimpi untuk jadi entrepreneur, pegang terus mimpi itu meski mungkin nanti jalannya ga langsung jadi pebisnis. Apapun yang lo lakukan, kumpulkan ilmunya supaya nanti ketika punya bisnis sendiri, lo bisa jalanin dengan baik dan benar. Belajar dengan banyak orang, temenin semua orang, karena bukan ga mungkin suatu hari nanti orang-orang itu yang akan membantu bisnis lo.” (*VIO ,*AKS)

Sumber gambar:
Instagram: @branchebistro
Instagram: @branchebox
Instagram: @angrh

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *